Thursday, October 20, 2016


          KEHILANGAN JEJAK


“in , mumpung pardil belum jauh , aku susul dia ya ,  nanti aku paksa dia balik kesini.  Aku janji deh … kalo dalam sepuluh menit aku belum ketemu dia, aku balik aja langsung sendiri..  yang penting kita udah berusaha “   usulmu kepada Intan.
“iyadeh , tapi jangan lama lama ya ….  Dan janji , sebelum sepuluh menit , kamu udah harus ada disini “ jawab Intan.
Setelah menyambar senter , Kamu pun segera beranjak keluar dan lari secepatnya menyusul Pardil. Menyusuri jalan setapak dengan hati hati . Sambil terus berteriak memanggilnya.
“diiiil …. Diiil “
Nggak ada sahutan.
Cukup lama kau berjalan. Dan rasanya sudah menyerah nih , biarin deh .  Mudah mudahan aja dia bisa sampe ke rumahnya dukun itu ,  atau seenggaknya ketemu dengan temen temen disana .   Lagian , salahnya sendiri kan …  tiba tiba langsung lari ninggalin temen temennya di tenda.
Dan ini sudah lebih dari sepuluh menit , kau berjanji kepada Intan untuk balik. Kamu pun segera balik arah untuk kembali ke tenda. Sialnya, sentermu padam.  Jalan setapak ini sangat sulit dicari tanpa penerangan,   karena banyaknya rimbunan semak dan rumput liar yg setinggi lutut.
Kau sadar , nggak mungkin bisa kembali ke tenda. Sekarang sendirian tersesat di hutan gelap ini. Kau terjebak , dan putus asa rasanya. Dalam hatimu kau benar benar menyalahkan si Pardil. Dan mengkhawatirkan Intan.
Kaucoba menghubungi nomer telpon Intan, sialnya , pulsamu habis. Kau benar2 kebingungan kali ini. Maka kini kaupun coba hubungi nomor darurat. Berhasil, kau menjelaskan masalahmu dan tim penolong akan bersiap untuk berangkat kesini, namun harus menunggu berapa jam lagi ? mereka kan dari pusat kota, berapa lama perjalanan kesini dan berapa lama mereka mencari ?
Saat kauperhatikan rimbunan di depanmu yg lebat dan gelap, kau penasaran karena seperti ada suatu gua. Kausenteri dengan hape mu,   ada pintu masuk yang cukup lebar.
Kaupun merasa penasaran , dan ingin tahu ada apa didalam gua itu.

No comments:

Post a Comment