MARAHNYA EYANG NGATEMUN
Kalian segera berbalik arah, Lidya pun mengikutimu. Kalian lari sekencang kencangnya menjauhi Kelapa kelapa itu. Cukup jauh juga kalian berlari. Dan kelapa kelapa itu ternyata tidak mengejar kalian.
Tidak lama kemudian , sampailah didepan rumah dukun itu. Rupanya Eyang Ngatemun sudah menunggu kedatangan kalian.
“mau kemana ? “ tanyanya dingin.
Kalian diam saja.
“sudah kubilang , jangan jauh jauh dari rumah ini. Apa yang kalian lihat barusan ?” lanjutnya.
“hmmm… kami lihat ke… kelapa “ jawabmu gagap.
“itu karena kalian melanggar laranganku. Sekarang cepat masuk ! “ bentak pak ngatemun.
kalianpun masuk kedalam. Semua teman kalian ternyata sudah bangun semua. Si Budi terikat tangan dan kakinya.
Mungkin karena kesurupannya belum sembuh.
Kau duduk dengan pasrah , begitupun Lidya.
Kalian segera berbalik arah, Lidya pun mengikutimu. Kalian lari sekencang kencangnya menjauhi Kelapa kelapa itu. Cukup jauh juga kalian berlari. Dan kelapa kelapa itu ternyata tidak mengejar kalian.
Tidak lama kemudian , sampailah didepan rumah dukun itu. Rupanya Eyang Ngatemun sudah menunggu kedatangan kalian.
“mau kemana ? “ tanyanya dingin.
Kalian diam saja.
“sudah kubilang , jangan jauh jauh dari rumah ini. Apa yang kalian lihat barusan ?” lanjutnya.
“hmmm… kami lihat ke… kelapa “ jawabmu gagap.
“itu karena kalian melanggar laranganku. Sekarang cepat masuk ! “ bentak pak ngatemun.
kalianpun masuk kedalam. Semua teman kalian ternyata sudah bangun semua. Si Budi terikat tangan dan kakinya.
Mungkin karena kesurupannya belum sembuh.
Kau duduk dengan pasrah , begitupun Lidya.
No comments:
Post a Comment