KEMBALI DENGAN KEANEHAN
Kaupun tetap tinggal di tenda ini. Biarin ajalah si pardil kabur. Kamu lebih nggak tega kepada Intan, yang masih terisak karena saking bingungnya.
“Kita tunggu ajah temen temen yg lain , kalau mereka udah balik kesini semua, kita cariin bareng bareng” jelasmu.
Suasana hening. Nggak ada apapun untuk dikatakan. Sesekali kauintip keluar tenda , memperhatikan arah pohon tempat bayangan itu tadi. Sepertinya sudah nggak tampak sosok aneh itu. Semuanya aman aman saja.
Kau mulai mengajak Intan ngobrol , membicarakan hal hal konyol yg nggak penting, mengalihkan perhatiannya dari memikirkan hal hal dramatis mencekam yang kalian alami.
Diam diam , kau mulai merasa nyaman dengan suasana ini. Dia sahabat yg sangat menyenangkan. Kau sadar , sampai kapanpun juga , saat saat ini nggak akan pernah terlupakan.
Diluar terdengar ada suara seseorang. Ada orang diluar. Maka dengan sigap kaupun keluar untuk menghampirinya. Tanpa rasa takut sedikitpun , karena kaupun sudah sangat jengkel dengan gangguan makhluk aneh ini.
Ternyata pardil , berarti dia balik .. sip lah.
“bagus dil , mendingan disini aja, kami kuatir banget lho “ ujarmu.
Pardil nggak menjawab. Cara berdirinya tampak sangat kaku. Wajahnya terlihat sangat pucat dan tanpa ekspresi. Kausenteri dia, kauperhatikan , sikapnya aneh.
“Dil ? ,” panggil Intan.
“lu kenapa sih ? “ selidikmu.
“melok o aku… “ (ikutlah denganku) , pardil berkata dengan Bahasa jawa yang kental, kemudian berbalik arah dan berjalan perlahan. Kalian mengerti bahasa itu , yaitu ajakan untuk mengikuti dia.
Intan pun mengikutinya , tapi sebelum beberapa langkah , kauraih tangannya , kaugenggam erat dan menariknya untuk mundur.
“enggak ….. si pardil aneh , “ bisikmu
“lho ? berarti itu siapa , aku tau kok , mungkin dia kerasukan sesuatu , tapi kita harus ngajak kita balik ke tenda ini. Bagaimana jika dia kenapa kenapa ? “ intan ngotot.
“Dia bukan pardil , perhatikan kakinya ! “ tegasmu.
Kalian perhatikan kaki pardil yg sedang berjalan menjauhi kalian. Kakinya tidak melangkah untuk berjalan , tapi , seperti mengawang … Dan , kaki itu tidak bergerak , hanya melayang diatas tanah.
Intan rupanya sudah stress sekarang. Dia memelukmu , terisak dan menangis. Dia nggak tahu harus gimana lagi.
Kalian kembali ke tenda, menunggu teman teman yg lain kembali. Entah sampai kapan , kalian sama sekali nggak tahu
No comments:
Post a Comment