Thursday, October 20, 2016

                  Menerjang hutan gelap


    Kau Tarik lengan Lidya , berlari sekencang kencangnya...  Kalian harus segera minta bantuan kepada teman temanmu di tenda.  Ini nggak main main, dan nggak mungkin kembali ke rumah dukun itu.  .
     Hanya senter penerangan kalian.  Rasa takut dan gelisah terus menyelubungi perasaan….  Suara kekehan kuntilnak dan tangisan bayi masih sangat jelas terdengar mengikuti kalian.
    Karena terburu buru,   Lidya tersandung kakinya , dia pun terjerembab jatuh. Lututnya lecet dan babras cukup parah.
   “Kamu nggak apa apa kan ? “ tanyamu sambil menarik tangannya untuk membangkitkannya berdiri.
    Lidya meringis kesakitan . Sudah nggak mungkin memaksanya berjalan lagi , apalagi lari.  Rintik rintik gerimis mulai turun. Kalian menggigil kedinginan dalam derasnya hujan. Tiba tiba senter padam ,   mungkin disebabkan air dalam hujan deras ini.
    Kauturunkan dia, kemudian terduduk karena sangat capeknya.
    “kenapaaa ,   harus terjadi kayak gini “  Lidya mengeluh.
    “sudahlah, jangan khawatir lid.   Kita nggak akan kenapa kenapa kok… aku janji deh” jawabmu.
    “besok pagi aku mau balik aja … pulang” ujarnya.
    “hehe …. Iyaa deh ,  kita terusin jalan yuk …” ajakmu
    “maaf aku ngerepotin kamu “   katanya pelan.
    Maka kaupun menggendongnya lagi.   Dan melanjutkan berjalan di gelapnya hutan tanpa penerangan .   dalam hujan yang sangat deras.
    Dan terus berjalan sambil menggendong Lidya yang cedera. Kaulihat ada cahaya cukup terang didepan . Dari kejauhan bisa kauduga , Itu api unggun .
    “kita sampai Lid”
    “iya… makasih yaa,  kamu pasti capek banget.. “ jawabnya
    Beberapa saat kemudian , kalian pun sampai di tenda.  Mereka sedang bermain gitar dan bernyanyi . Saat kau datang bersama Lidya , mereka pun heran melihatmu menggendongnya.
    Kalian ceritakan apa yg terjadi barusan. Dan meminta semua untuk menuju rumah pak Ngatemun menolong teman teman yg terjebak disana. Mereka pun cukup mempercayainya. Setelah Intan merawat kaki Lidya yg luka ,  kalian beristirahat untuk beberapa saat.
    Meminum kopi hangat dan menyalakan sebatang rokok kretek , Lidya memandangmu beberapa saat. Kemudian tersenyum.  Senyuman yang penuh makna.

No comments:

Post a Comment