rumah yang mencekam
Apa yang harus dilakukan ?
Kau coba bangunkan semua temanmu. Satu persatu. Beberapa sudah mulai terbangun , tapi banyak yg sulit sekali dibangunkan. Mungkin mereka semua sudah sangat capek.
Dan mereka sangat kaget melihat keadaan Budi . Yang sedang kesurupan dan berkata macam macam dengan suara aneh dan nggak jelas.
Bau kemenyan menyengat memenuhi seisi ruangan. Pak ngatemun terus merapal mantra dan melakukan gerakan gerakan ritual yang aneh. Kalian menunggu dengan sangat gelisah. Antara rasa takut dan kebingungan yang sulit dijelaskan.
“maaf , eyang , kalo kami boleh tahu , apa yg merasuki Budi ? “ tanyamu
“makhluk yang sangat jahat, yang sedang meminta korban tumbal” jawabnya
“boleh saya berbicara padanya sebentar saja ? “ kamu minta izin
“boleh saja . tanyakanlah sesuatu , sementara aku ke dapur mengambil bunga tujuh rupa “ jawabnya.
Kaupun mendekati Budi. Kaubaca 3 surat dari AlQuran. Dan tiba tiba, si budi pun terdiam. Kemudian tiba tiba dia tersungkur dan seperti sedang tidur pulas.
Berhasil ! pikirmu dengan perasaan senang. Begitu juga dengan teman temanmu. Kalian bersorak sorai karena senangnya. Kaupun mencoba membangunkan Budi. Tapi sebelum berhasil, tiba tiba eyang ngatemun muncul dari dapur sambil membawa kembang.
“si budi sudah sadar , eyang “ ujarmu.
Eyang Ngatemun hanya terdiam.
Tiba tiba suatu bayangan hitam tampak mengawang di atap rumah ini. Ani yang pertama kali melihatnya. Dan semua temanmu merinding dengan sangat ketakutan.
Bayangan itu kemudian bergerak menuju kearah pintu. Pak Ngatemun mengejarnya, diikuti oleh kamu dan Ani. Sementara teman teman yang lain masih didalam nggak ada satupun yang berani keluar mengejar makhluk itu. Yang segera menghilang dalam pekatnya rerimbunan di malam gelap.
Eyang Ngatemun berusaha mengejar sosok itu.
“salah satu dari kalian bantu aku memburunya. Yang tetap dirumah, kunci pintu rapat rapat dan nyalakan semua lampu yang ada. “ nasehat Pak Ngatemun.
No comments:
Post a Comment